Sejarah detail mengenai pembukaan Desa Sungai Ambangah oleh Pak Ngah Mail sekitar tahun 1790 secara spesifik tidak mudah ditemukan dalam catatan publik. Namun, informasi yang ada menguatkan bahwa asal-usul desa ini sangat erat kaitannya dengan sungai dan merupakan pemukiman yang berkembang di wilayah tepian sungai.
Berikut adalah ringkasan berdasarkan informasi umum dan konteks historis wilayah tersebut:
Asal Mula di Tepi Sungai
Lokasi Geografis: Sesuai dengan nama dan cerita, Desa Sungai Ambangah pada awalnya memang merupakan permukiman yang berlokasi di pinggiran sungai. Ini adalah pola yang sangat umum di Kalimantan Barat, di mana sungai-sungai besar seperti Sungai Kapuas menjadi jalur transportasi utama, pusat perdagangan, dan sumber kehidupan bagi masyarakat.
Peran Sungai: Keberadaan desa di tepi sungai menunjukkan bahwa sungai menjadi urat nadi utama. Penduduk awal, termasuk kelompok yang dipimpin oleh Pak Ngah Mail, memanfaatkan sungai untuk:
Akses dan Transportasi: Menghubungkan desa dengan pemukiman lain.
Mata Pencaharian: Perikanan menjadi salah satu potensi utama.
Sumber Air: Kebutuhan sehari-hari.
Peran Pak Ngah Mail (± 1790)
Pendiri Awal: Kisah tentang Pak Ngah Mail sebagai tokoh yang membuka desa sekitar tahun 1790 menunjukkan ia adalah seorang tokoh perintis atau pendiri (founding figure) yang membuka lahan dan mendirikan pemukiman pertama. Periode 1790-an ini berada dalam masa-masa awal perkembangan kesultanan-kesultanan Melayu di Kalimantan Barat, termasuk berdirinya Pontianak pada tahun 1771, sehingga pembukaan wilayah baru di sepanjang jalur sungai adalah hal yang wajar.
Motivasi Pembukaan: Pembukaan lahan oleh perintis biasanya didorong oleh:
Pencarian lahan pertanian atau perkebunan yang subur.
Pencarian lokasi strategis untuk berdagang atau menetap.
Perpindahan dari wilayah lain.
Perkembangan Wilayah
Konteks Wilayah: Saat ini, Desa Sungai Ambangah merupakan bagian dari Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, yang berdekatan dengan Kota Pontianak. Jarak yang tidak terlalu jauh dari pusat ibu kota provinsi (Pontianak) menunjukkan wilayah ini memiliki sejarah perkembangan yang panjang, mulai dari pemukiman terpencil di tepi sungai hingga menjadi desa yang kini termasuk dalam klasifikasi desa berkembang.
Potensi Saat Ini: Meskipun sudah berkembang, wilayah ini masih menyimpan potensi yang sangat erat kaitannya dengan sungai, seperti sektor perikanan dan pariwisata sungai, termasuk potensi wisata religi di Dusun Kumpai yang memiliki bangunan berusia ratusan tahun.
Secara ringkas, Desa Sungai Ambangah berawal dari sebuah pemukiman perintisan di tepi sungai yang dibuka oleh tokoh bernama Pak Ngah Mail sekitar tahun 1790, menjadikannya salah satu permukiman tua di wilayah Kabupaten Kubu Raya.